
Kejaksaan Negeri Surakarta melaksanakan Press Release Capaian Kinerja dan Refleksi Akhir Tahun 2025 pada Selasa, 30 Desember 2025, bertempat di Aula Digdaya Kejari Surakarta.
Dalam kesempatan tersebut, disampaikan capaian kinerja Kejari Surakarta sepanjang tahun 2025 yang meliputi:
1. Penyerapan anggaran:
Pagu : Rp. 24.143.944.000,-
Realisasi : Rp. 24.020.491.214,-
Capaian : 99,49 %
PNBP : Rp. 778.291.716,-
2. Intelijen
a. Lidpamgal : 47 giat
b. PPS : 12 giat, dengan nilai proyek Rp. 32.189.685.000,-
c. Penkum : 15 giat
d. JMS : 8 giat
e. Jaksa Menyapa : 5 giat
f. Pakem : 7 giat
g. Kampanye Anti Korupsi : 3 giat
3. Pidum
a. SPDP : 480 perkara
Narkotika & Psikotropika : 168 perkara
KUHP : 198 perkara
Perlindungan Anak : 19 perkara
TP Kekerasan Seksual : 21 perkara
b. Tahap I : 356 perkara
c. Penuntutan : 367 perkara
d. Upaya Hukum : 180 perkara
e. Eksekusi : 362 perkara
f. RJ : 7 perkara
4. Pidsus
a. Penyelidikan : 4 perkara
b. Penyidikan : 2 perkara (Dugaan Tipikor penyaluran KUR Tahun
2021 BRI Unit Pasar Kembang Ska, Dana Hibah KONI Surakarta Tahun
2021 – 2025)
C. Penuntutan : 18 perkara, dengan nilai kerugian negara sekitar Rp.
2.946.709.331.561,-
d. Upaya Hukum : – perkara
e. Eksekusi : 4 perkara
f. Penyelamatan Keuangan Negara : Rp. 474.384.648,-
5. Datun
a. Penegakan Hukum
Litigasi : Permohonan perwalian terhadap anak umur 1 tahun 6 bulan
b. Bantuan Hukum Litigasi : 7 SKK/perkara, dengan nilai penyelamatan keuangan negara sebesar Rp. 11.521.582.089,-
Bantuan Hukum Non Litigasi : 240 SKK, dengan nilai pemulihan keuangan
negara sebesar Rp. 9.985.450.089,-
c. Pendampingan Hukum : 15 kegiatan, dengan nilai proyek yang
diampingi sebesar Rp.95.474.160.715,-
d. Pelayanan hukum gratis : 32 kegiatan
e. MoU : 13 MoU
f. Pemulihan Keuangan Negara : Rp. 9.985.450.089,-
6. Pemulihan Aset dah Pengelolaan BB
a. Pemusnahan BB : 198 perkara (sabu-sabu, ganja, ekstasi, pita cukai, dll)
b. Lelang penjualan langsung barang rampasan : Rp. 5.950.000,-
Kejaksaan Negeri Surakarta terus berkomitmen untuk meningkatkan kinerja penegakan hukum yang berkeadilan, humanis, dan terpercaya menuju tahun 2026.









